Blogger Widgets khannadyah's diary: Maret 2014

Minggu, 16 Maret 2014

OBSERVASI KIMIA TENTANG PARAJI





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahwasannya dukun beranak itu tidak ada dasar teori atau ilmu yang mendasarinya, hanya naluri yang timbul dari seorang paraji, yang ingin membantu sesama dalam  bidang persalinan atau melahirkan secara tradisional. Hal ini disebabkan pada saat itu belum terdapat tenaga medis yang cukup memadai di setiap desa. Namun pada saat ini paraji tidak lagi menangani orang melahirkan, dikarenakan saat ini telah banyak tenaga medis yang khusus menangani dalam bidang persalinan atau melahirkan yang tersebar hampis setiap desa. Pasiennya pun cenderung untuk pergi ke tenaga medis dengan imbalan mendapatkan obat yang praktis dan telah memiliki persyaratan resmi. Berbeda dengan dukun beranak, yang menggunakan bahan alami serta dengan racikan sendiri atau lebih dikenal dengan obat tradisional.
Obat tradisional Indonesia telah berabad-abad lamanya di pergunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia, meskipun masih banyak bahan baku standar yang belum memiliki persyaratan resmi. Obat tradisional pada umumnya menggunakan bahan-bahan alam yang lebih dikenal sebagai simplisia. Simplisia ialah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Obat tradisional ini terdiri dari berbagai bahan-bahan yang mengandung senyawa dalam ilmu kimia.
Dalam hal itu di perlukannya penelitian terhadap bahan-bahan pembuatan ramuan atau yang lebih dikenal dengan jamu, berkaitan dengan senyawa kimia.

B.     Rumusan Masalah
Makalah ini terfokuskan pada beberapa masalah yang akan dibahas penulis yaitu:
1.      Apakah teori yang mendasari dalam proses persalinan yang dilakukan paraji ?
2.      Adakah alat atau bahan dalam persalinan tersebut ?
3.      Bagaimana proses pembuatan bahan khusus tersebut ?
4.      Bagaimana kaitan antara proses persalinan dengan kimia ?

C.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1.      Mengetahui teori kimia yang mendasari proses persalinan yang dilakukan oleh paraji
2.      Mengetahui bahan khusus dalam proses persalinan
3.      Mengetahui proses pembuatan bahan khusus dalam proses persalinan
4.      Mengetahui kaitan proses persalinan dengan kimia

D.    Manfaat
Dapat memberikan pengetahuan seputar paraji tentang berbagai jamu tradisional dalam menangani pasiennya dan keterkaitannya dengan kimia dalam setiap bahan-bahannya.


BAB II
TEORI KIMIA

Dalam observasi tentang paraji / dukun beranak ini, sangat berhubungan dengan teori kimia dalam materi Kimia Organik.
1.      Pengertian
Kimia organik adalah studi ilmiah mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
Pada dasarnya penerapan biokimia banyak terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai contoh biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi terutama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal-hal dalam bidang farmakologi dan toksikologi karena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh bahan kimia dari luar terhadap metabolisme. Obat-obatan biasanya mempengaruhi jalur metabolik.
2.      Klasifikasi Senyawa Organik
Penggolongan senyawa organik didasarkan pada jenis gugus fungsi yang dimiliki oleh suatu senyawa. Gugus fungsi akan menentukan kereaktifan kimia dalam molekul. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama cenderung mengalami reaksi kimia yang sama.
Gugus fungsi
Golongan senyawa organic
C-C ikatan tunggal
R3-CH2-CR3 alkana(R = H/ alkil)
C=C ikatan rangkap
R2C = CR2 alkena
C C ikatan ganda tiga
RC CR alkuna
-X ikatan halide (X= F, Cl, Br, I)
R-X haloalkana
OH gugus hidroksil
R-OH alcohol
OR gugus alkoksil
R-O-R’ eter
-C=O gugus karbonil
R-CO-R’ keton
-COH gugus aldehid
R-COH aldehid
-COOH gugus karboksilat
R-COOH asamkarboksilat
-COOR’ gugus ester
R-COOR’ ester
NH2 gugus amino
RNH2 amina

Penggolongan Senyawa Organik banyak kita jumpai didalam kehidupan sehari-sehari kita. Karena jenis senyawa organik digolongkan dalam golongan senyawa organik.
Berdasarkan pada gugus fungsinya senyawa organik dibagi tiga kelompok utama, yaitu:
·         Senyawa organik hidrokarbon
·         Senyawa yang mengandung oksigen
·         Senyawa yang mengandung nitrogen

Contoh senyawa yang mengandung oksigen adalah alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, dan turunannya (ex : klorida asam, ester, amida). Contoh senyawa yang termasuk senyawa yang mengandung nitrogen adalah amina, amida, dan nitril.

Senyawa hidrokarbon digolongkan menjadi 3 golongan :
·         Hidrokarbon alifatik
·         Hidrokarbon alisiklik
·         Hidrokarbon aromatik
senyawa alifatik adalah senyawa yang mempunyai rantai karbon terbuka. Senyawa alisiklik adalah senyawa siklik yang mempunyai sifat-sifat seperti senyawa alifatik. Senyawa aromatik adalah senyawa siklik yang tersusun oleh beberapa atom karbon membentuk segi lima, segi enam secara berurutan dan mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi dengan ketentuan :
·         Tiap atom dalam cincin harus mempunyai orbital p yang tersedia untuk pengikatan.
·         Bentuk cincin harus datar.
·         Harus terdapat (4n+2) elektron  dalm cincin itu (aturan Huckel).

Jenis senyawa lain yang berasal dari golongan siklik adalah senyawa homosiklik, heterosiklik, polisiklik. Senyawa siklik adalah senyawa yang mempunyai rantai karbon tertutup. Senyawa homosiklik adalah senyawa siklik yang atom lingkarnya hanya tersusun oleh atom karbon. Senyawa heterosiklik adalah senyawa siklik yang atom lingkarnya, selain tersususn dari atom C (karbon) juga tersusun oleh atom lain, misalnya : O, N, dan S. Senyawa polisiklik adalah senyawa yang mempunyai lebih dari dua struktur lingkar atom karbon.


BAB III
HASIL OBSERVASI

Pada observasi kali ini hal yang pertama dilakukan adalah dengan melakukan wawancara terhadap dukun beranak yang berada di Desa Pangkalan Blok Sigeger Kec. Plered Kab. Cirebon atas nama Ibu Rumina. Dengan prosedur yang dilakukan adalah dengan membuat 3 ramuan untuk memperingan rasa sakit setelah melahirkan., yaitu ramuan Beras Kencur, Halusan Asam Jawa, Tumbukan Kunyit, dan jamu Temuhitam.

1.      Beras Kencur
Alat           :
·         Cobek
·         Pisau

Bahan-bahan :
·         100 gram beras
·         3 jari kencur
·         125 gram gula jawa
·         1 potong kunyit kecil

Cara membuat :
Ø  Rendam 100 gram beras selama 1 jam
Hal ini di karenakan agar beras mudah untuk di hancurkan
Ø  Kupas dan cuci bersih kencur, jahe, kunyit.
Ø  Setelah beras di rendam selama 1 jam, haluskan bersamaan dengan kencur, jahe, kunyit, dan asam jawa.
Ø  Setelah semuanya halus, simpan lah di gelas kosong
Ø  tambahkan air sesuai dengan selera dan bisa langsung dioleskan.
Ø  Jika perlu saring campuran tersebut agar tidak ada endapannya.
Ø  Beras kencur siap di minum.
Hasil  :
Dalam proses persalinan beras kencur terdiri dari bahan-bahan yang mempunyai khasiat masing-masing, diantaranya : kencur untuk mampu meredakan rasa sakit dan nyeri pada tubuh setelah proses melahirkan dan dapat menghangatkan tubuh bayi, temulawak bermanfaat untuk melancarkan ASI, dan gula jawa untuk sekedar pemanis. Ramuan ini tidak hanya dapat di minum melainkan bisa juga di oleskan ke sekitar perut ibu yang melahirkan. Lakukan selama 2 kali sehari setelah melahirkan

2.      Asam Jawa yang di haluskan
Bahan :
·         Asam Jawa secukupnya
·         Air hangat
Cara Membuat :
·         Larutkan Asam Jawa beserta Air , lebih utama air hangat.
Hasil :
Dalam hal ini asam jawa yang dihaluskan segera di oleskan ke seluruh badan bayi karena bermanfaat sebagai pengganti sabun dalam memandikan bayi, karena pada saat itu minimnya sabun mandi yang beredar.

3.      Kunyit yang dihaluskan sebagai pengganti bedak
Bahan :
·         Kunyit secukupnya
·         Air
Cara Membuat :
·         Bersihkan dan kulit kunyit
·         Rendam di air yang hangat
·         tumbuk kunyit dengan cobek, atau hanya di haluskan dengan menggunakan blender
·         setelah jadi, segera dioleskan kepada bayi, sebagai pengganti bedak.

Hasil :
Segera di oleskan kepada seluruh badan bayi sebagai pengganti bedak dan untuk ibu melahirkan, kunyit ini bermanfaat untuk mencegah pembekuan darah yang di alaminya.

4.     Jamu Temu Hitam
Bahan :
·         Temu hitam 2 jari tangan
·         Satu cangkir air panas
Cara Membuat :
·         Cuci temu hitam (dua jari tangan), lalu buang kulitnya.
·         Tumbuk sampai halus, tambahkan setengah cangkir air panas,
·         lalu aduk merata.
·         Setelah dingin, saring dengan sepotong kain dan minum sekaligus.
Hasil :
Lakukan selama tiga hari setelah melahirkan. Jamu temu hitam ini bermanfaat untuk melancarkan darah kotor pada saat melahirkan.

BAB IV
KAITAN DENGAN KIMIA

1.      Beras Kencur
a.       Beras
Dalam beras terdapat kandungan karbohidrat, dimana karbohidrat dapat diubah oleh tubuh kita menjadi glukosa atau zat gula. Dalam ilmu kimia, karbohidrat termasuk kedalam senyawa organik karena kandungan glukosa yang mempunyai rumus umum C6H12O6.
Di alam, glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Proses ini disebut fotosintesis dan glukosa yng terbentuk terus digunakan utuk pembentukan amilum atau selulosa.
6 CO2 + 6 H2O → C6H12O6 + 6 O2

Amilum terbentuk dari glukosa dengan jalan penggabungan molekul-molekul glukosa yang membentuk rantai lurus maupun bercabang dengan melepaskan molekul air.
n C6H12O6 → (C6H10O5)n + n H2O

Pati/Amilum beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
• amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
• amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
     Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera).

b.      Kencur
Kencur mengandung minyak atsiri yang sangat baik untuk bayi, karena minyak atsiri mempunyai efek analgesik yang dapat menghangatkan tubuh bayi.
Ekstrak methanol yang terdapat pada kencur dapat menjadi imunitas alami bayi. Karena ekstrak methanol dapat menghalangi pertumbuhan virus dan bakteri dalam tubuh.
Minyak atsiri didalam kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri  kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Kandungan minyak atsiri pada kencur berfungsi sebagai zat analgesic yang mampu meredakan rasa sakit dan nyeri pada tubuh.
Kencur tidak memiliki efek samping yang berbahaya, jadi tidak ada batasan umur agar bisa engkonsumsi kencur tetapi juga tidak boleh terlalu berlebihan.

c.       Kunyit
Kandungan zat-zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah sebagai berikut :
a. zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin.
b. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
d. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth (Sudarsono et.al, 1996).
Manfaat tumbuhan
Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang; untuk, antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo, memar dan rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik, enthelmintik, antiedemik, analgesic. Selain itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Menurut Supriadi, kurkumin juga berkhasiat mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung karena dinding empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan cairan pemecah lemak. Minyak atsiri pada kunyit dapat bermanfaat untuk mengurangi gerakan usus yang kuat sehingga mampu mengobati diare. Selain itu, juga bisa digunakan untuk meredakan batuk dan antikejang.

d.      Temulawak
Temulawak terdiri dari fraksi pati, kurkuminoid dan minyak asiri (3-12 %). Fraksi Pati merupakan kandungan terbesar, jumlah bervariasi antara 48-54% tergantung dari ketinggian tempat tumbuh. Makin tinggi tempat tumbuh maka kadar patinya semakin rendah dan kadar minyaknya semakin tinggi.
1.  Pati temulawak terdiri dari abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kurkuminoid, kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, mangan dan kadnium (Sidik, 1985). pati rimpang temulawak dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, yang digunakan untuk bahan makanan atau campuran bahan makanan.
2. Fraksi kurkuminoid mempunyai aroma khas, tidak toksik, terdiri dari kurkumin yang mempunyai aktivitas antiradang dan desmetoksikurkumin.
3. Minyak asiri berupa cairan berwarna kuning atau kuning jingga, berbau aromatik tajam. Komposisinya tergantung pada umur rimpang, tempat tumbuh, teknik isolasi, teknik analisis, perbedaan klon varietas dan sebagainya. Oei Ban Liang (1985) dengan metode kromatografi gas mendeteksi 31 komponen yang terkandung dalam temulawak. Beberapa diantaranya merupakan komponen minyak khas asiri temulawak, yaitu isofuranogermakren, trisiklin, allo-aromadendren, germaken dan xanthorrhizol. Selain itu, terdapat komponen lain yang bersifat insect repellent yaitu ar-turmeron.
2.      Asam Jawa yang di haluskan
Asam jawa (Tamarindus indica, Linn) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong..
Kandungan senyawa kimia buah polong asam jawa antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidratarang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zatbesi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.

3.      Jamu Temu Hitam
Rimpang temu hitam mengandung minyak asiri, tanin, kurkumol, kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumalakton, germakron, a, ß, g-elemene, linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin, bisdemethyoxykurkumin. 
Rimpang berguna untuk mengobati gangguan kulit seperti kudis, koreng, borok, ruam, mengatasi gangguan pencernaan seperti mulas, sakit perut, membangkitkan nafsu makan (stomakik), sariawan, batuk berdahak, sebagai obat cacing (antelmintik), pendarahan saat haid/nifas, reumatik, luka menahun, peluruh angin (karminatif), memperlancar peredaran darah, serta pengobatan karena kandungan minyak esensialnya yang cukup tinggi. Sedangkan rebusan rimpangnya membantu mengurangi sesak nafas.

BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Jadi, pada dasarnya dukun beranak atau juga disebut paraji tidak mempunyai dasar atau ilmu yang didasarinya.
Tetapi hanya naluri yang timbul dari seorang paraji yang ingin membantu sesama dalam bidang hal persalinan atau melahirkan secara tradisional. Hal ini disebabkan pada saat itu belum ada tenaga medis yang cukup memadai di setiap desa. Namun pada saat ini paraji tidak lagi menangani orang yang melahirkan, dikarenakan sekarang sudah banyak tenaga medis yang khusus menangani dalam bidang persalinan atau melahirkan yang tersebar hampir di setiap desa.
Adapun bahan yang digunakan pada saat setelah proses persalinan itu masih sangat tradisional, hal itu pula dimaksudkan hanya sekedar untuk mengobati rasa sakit seperti beras kencur, asam jawa, kunyit, temu hitam, temu lawak.
Beras kencur yang terbuat dari campuran bahan seperti kunyit, kencur, beras dan temu lawak bermanfaat untuk membersihkan, asam jawa bermanfaat sebagai pengganti sabun untuk mandi bayi, kunyit bermanfaat untuk menghalangi pembekuan darah pada saat proses persalinan, temu hitam bermanfaat pembersih darah setelah proses persalinan, dan temu lawak bermanfaat untuk melancarkan ASI,


DAFTAR PUSTAKA

Hady, 2011. http://hadyherbs.wordpress.com/category/kimia-bahan-alam/page/7/ (diakses pada tanggal 20 Februari 2014 pukul 08.03 WIB)
Hamzah, 2013. http://tokoberashamzah.blogdetik.com (diakses pada tanggal 19 Februari 2014 pukul 14.36)
Lansida, 2012. http://lansida.blogspot.com//apakah-minyak-atsiri-itu.html (di akses pada tanggal 01 Maret 2014 pukul 07.41 WIB)
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press).
J. Fessenden, Ralp dan S. Fessenden. 1982. Kimia Organik Edisi ke 3 jilid 1. Jakarta: Erlangga.
 UNY, Staf . -. Pendalaman materi kimia organik pdf (di akses pada tanggal 04 Maret 2015 pukul 11.00 WIB)
Winarto, Dwi. 2013. http://www.ilmukimia.org//biokimia.html (diakses pada tanggal 04 Maret 2014 pukul 12.01 WIB)
-, 2014. http://www.senyawaorganik.com//penggolongan-senyawa-organik.html (diakses pada tanggal 04 Maret 2014 pukul 11.54 WIB)