BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bahwasannya
dukun beranak itu tidak ada
dasar teori atau ilmu yang mendasarinya,
hanya naluri yang timbul dari seorang paraji, yang
ingin membantu sesama dalam bidang
persalinan atau melahirkan secara tradisional.
Hal ini disebabkan pada saat itu belum terdapat tenaga medis yang cukup
memadai di setiap desa. Namun
pada saat ini paraji tidak lagi menangani orang melahirkan,
dikarenakan saat ini telah
banyak tenaga medis yang khusus menangani dalam bidang persalinan atau
melahirkan yang tersebar hampis setiap desa. Pasiennya pun cenderung untuk
pergi ke tenaga medis dengan imbalan mendapatkan obat yang praktis dan telah
memiliki persyaratan resmi. Berbeda dengan dukun beranak, yang menggunakan
bahan alami serta dengan racikan sendiri atau lebih dikenal dengan obat
tradisional.
Obat tradisional Indonesia telah berabad-abad lamanya di pergunakan secara
luas oleh masyarakat Indonesia, meskipun masih banyak bahan baku standar yang
belum memiliki persyaratan resmi. Obat tradisional pada umumnya menggunakan
bahan-bahan alam yang lebih dikenal sebagai simplisia. Simplisia ialah bahan
alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun
juga, kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Obat
tradisional ini terdiri dari berbagai bahan-bahan yang mengandung senyawa dalam
ilmu kimia.
Dalam hal itu di perlukannya penelitian terhadap bahan-bahan pembuatan
ramuan atau yang lebih dikenal dengan jamu, berkaitan dengan senyawa kimia.
B.
Rumusan Masalah
Makalah ini terfokuskan pada beberapa masalah yang
akan dibahas penulis yaitu:
1.
Apakah teori yang
mendasari dalam proses
persalinan yang dilakukan
paraji ?
2.
Adakah alat atau
bahan dalam persalinan tersebut ?
3.
Bagaimana proses pembuatan bahan khusus tersebut ?
4.
Bagaimana kaitan antara proses persalinan
dengan kimia ?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1.
Mengetahui teori kimia
yang mendasari proses persalinan yang dilakukan oleh paraji
2.
Mengetahui bahan khusus
dalam proses persalinan
3.
Mengetahui proses
pembuatan bahan khusus dalam proses persalinan
4.
Mengetahui kaitan
proses persalinan dengan kimia
D.
Manfaat
Dapat memberikan pengetahuan seputar paraji tentang
berbagai jamu tradisional dalam menangani pasiennya dan keterkaitannya
dengan kimia dalam setiap bahan-bahannya.
BAB II
TEORI KIMIA
Dalam observasi tentang paraji / dukun
beranak ini, sangat berhubungan dengan teori kimia dalam materi Kimia Organik.
1.
Pengertian
Kimia organik adalah studi ilmiah mengenai struktur,
sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun
oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti
nitrogen, oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia
yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida
karbon. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat,
merupakan komponen penting dalam biokimia.
Pada dasarnya penerapan biokimia banyak terdapat dalam
bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai contoh biokimia mempunyai peranan
dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi
terutama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal-hal dalam bidang
farmakologi dan toksikologi karena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh
bahan kimia dari luar terhadap metabolisme. Obat-obatan biasanya mempengaruhi
jalur metabolik.
2.
Klasifikasi
Senyawa Organik
Penggolongan senyawa organik didasarkan pada jenis
gugus fungsi yang dimiliki oleh suatu senyawa. Gugus fungsi akan menentukan
kereaktifan kimia dalam molekul. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama
cenderung mengalami reaksi kimia yang sama.
Gugus fungsi
|
Golongan senyawa organic
|
C-C ikatan tunggal
|
R3-CH2-CR3
alkana(R = H/ alkil)
|
C=C ikatan rangkap
|
R2C = CR2 alkena
|
C C ikatan ganda tiga
|
RC CR alkuna
|
-X ikatan halide (X= F, Cl, Br,
I)
|
R-X haloalkana
|
OH gugus hidroksil
|
R-OH alcohol
|
OR gugus alkoksil
|
R-O-R’ eter
|
-C=O gugus karbonil
|
R-CO-R’ keton
|
-COH gugus aldehid
|
R-COH aldehid
|
-COOH gugus karboksilat
|
R-COOH asamkarboksilat
|
-COOR’ gugus ester
|
R-COOR’ ester
|
NH2 gugus amino
|
RNH2 amina
|
Penggolongan Senyawa Organik banyak kita jumpai didalam kehidupan sehari-sehari kita. Karena jenis senyawa
organik digolongkan dalam golongan senyawa organik.
Berdasarkan pada gugus fungsinya senyawa organik
dibagi tiga kelompok utama, yaitu:
·
Senyawa organik
hidrokarbon
·
Senyawa yang
mengandung oksigen
·
Senyawa yang
mengandung nitrogen
Contoh senyawa yang mengandung oksigen adalah alkohol,
eter, aldehid, keton, asam karboksilat, dan turunannya (ex : klorida asam,
ester, amida). Contoh senyawa yang termasuk senyawa yang mengandung nitrogen
adalah amina, amida, dan nitril.
Senyawa
hidrokarbon digolongkan menjadi 3 golongan :
·
Hidrokarbon
alifatik
·
Hidrokarbon
alisiklik
·
Hidrokarbon
aromatik
senyawa alifatik adalah senyawa yang mempunyai rantai karbon
terbuka. Senyawa alisiklik adalah senyawa siklik yang mempunyai sifat-sifat
seperti senyawa alifatik. Senyawa aromatik adalah senyawa siklik yang tersusun
oleh beberapa atom karbon membentuk segi lima, segi enam secara berurutan dan
mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi dengan ketentuan :
·
Tiap atom dalam
cincin harus mempunyai orbital p yang
tersedia untuk pengikatan.
·
Bentuk cincin
harus datar.
·
Harus terdapat
(4n+2) elektron
dalm cincin itu (aturan Huckel).
Jenis senyawa lain yang berasal dari golongan
siklik adalah senyawa homosiklik, heterosiklik, polisiklik. Senyawa siklik
adalah senyawa yang mempunyai rantai karbon tertutup. Senyawa homosiklik adalah
senyawa siklik yang atom lingkarnya hanya tersusun oleh atom karbon. Senyawa
heterosiklik adalah senyawa siklik yang atom lingkarnya, selain tersususn dari
atom C (karbon) juga tersusun oleh atom lain, misalnya : O, N, dan S. Senyawa
polisiklik adalah senyawa yang mempunyai lebih dari dua struktur lingkar atom
karbon.
BAB III
HASIL OBSERVASI
Pada
observasi kali ini hal yang
pertama dilakukan adalah dengan melakukan wawancara terhadap dukun beranak yang
berada di Desa Pangkalan Blok Sigeger Kec. Plered Kab. Cirebon atas nama Ibu
Rumina. Dengan prosedur yang dilakukan adalah
dengan membuat 3 ramuan untuk memperingan rasa sakit setelah melahirkan., yaitu
ramuan Beras Kencur, Halusan Asam Jawa, Tumbukan Kunyit, dan jamu Temuhitam.
1.
Beras Kencur
Alat :
·
Cobek
·
Pisau
Bahan-bahan :
·
100 gram beras
·
3 jari kencur
·
125 gram gula jawa
·
1 potong kunyit kecil
Cara membuat :
Ø Rendam 100 gram beras selama 1 jam
Hal
ini di karenakan agar beras mudah untuk di hancurkan
Ø Kupas dan cuci bersih kencur, jahe, kunyit.
Ø Setelah beras di rendam selama 1 jam, haluskan bersamaan
dengan kencur, jahe, kunyit, dan asam jawa.
Ø Setelah semuanya halus, simpan lah di gelas kosong
Ø tambahkan air sesuai dengan selera dan bisa langsung
dioleskan.
Ø Jika perlu saring campuran tersebut agar tidak ada
endapannya.
Ø Beras kencur siap di minum.
Hasil :
Dalam proses persalinan beras
kencur terdiri dari bahan-bahan yang mempunyai khasiat masing-masing,
diantaranya : kencur untuk mampu
meredakan rasa sakit dan nyeri pada tubuh setelah proses melahirkan dan dapat
menghangatkan tubuh bayi, temulawak bermanfaat untuk melancarkan ASI, dan gula jawa untuk sekedar pemanis.
Ramuan ini tidak hanya dapat di minum melainkan bisa juga di oleskan ke sekitar perut ibu yang
melahirkan. Lakukan
selama 2 kali sehari setelah melahirkan
2.
Asam Jawa yang di haluskan
Bahan
:
·
Asam Jawa
secukupnya
·
Air hangat
Cara
Membuat :
·
Larutkan Asam Jawa
beserta Air , lebih utama air hangat.
Hasil
:
Dalam
hal ini asam jawa yang dihaluskan segera di oleskan ke seluruh badan bayi
karena bermanfaat sebagai pengganti sabun dalam memandikan bayi, karena pada
saat itu minimnya sabun mandi yang beredar.
3.
Kunyit yang dihaluskan sebagai pengganti bedak
Bahan
:
·
Kunyit secukupnya
·
Air
Cara
Membuat :
·
Bersihkan dan kulit
kunyit
·
Rendam di air yang
hangat
·
tumbuk kunyit
dengan cobek, atau hanya di haluskan dengan menggunakan blender
·
setelah jadi,
segera dioleskan kepada bayi, sebagai pengganti bedak.
Hasil
:
Segera
di oleskan kepada seluruh badan bayi sebagai pengganti bedak dan untuk ibu
melahirkan, kunyit ini bermanfaat untuk mencegah pembekuan darah yang di
alaminya.
4.
Jamu Temu Hitam
Bahan :
·
Temu hitam 2 jari
tangan
·
Satu cangkir air
panas
Cara Membuat :
·
Cuci temu
hitam (dua jari tangan), lalu buang kulitnya.
·
Tumbuk sampai halus,
tambahkan setengah cangkir air panas,
·
lalu aduk merata.
·
Setelah dingin, saring
dengan sepotong kain dan minum sekaligus.
Hasil
:
Lakukan
selama tiga hari setelah melahirkan. Jamu temu hitam ini bermanfaat untuk
melancarkan darah kotor pada saat melahirkan.
BAB IV
KAITAN DENGAN KIMIA
1.
Beras Kencur
a.
Beras
Dalam beras terdapat
kandungan karbohidrat, dimana karbohidrat dapat diubah oleh tubuh kita menjadi
glukosa atau zat gula. Dalam ilmu kimia, karbohidrat termasuk kedalam senyawa
organik karena kandungan glukosa yang mempunyai rumus umum C6H12O6.
Di alam, glukosa dihasilkan dari reaksi antara
karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun.
Proses ini disebut fotosintesis dan glukosa yng terbentuk terus digunakan utuk
pembentukan amilum atau selulosa.
6 CO2 + 6 H2O
→ C6H12O6 + 6 O2
Amilum terbentuk dari glukosa dengan jalan
penggabungan molekul-molekul glukosa yang membentuk rantai lurus maupun
bercabang dengan melepaskan molekul air.
n C6H12O6
→ (C6H10O5)n + n H2O
Pati/Amilum beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
• amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
• amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera).
• amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
• amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera).
b.
Kencur
Kencur mengandung
minyak atsiri yang sangat baik untuk bayi, karena minyak atsiri mempunyai efek
analgesik yang dapat menghangatkan tubuh bayi.
Ekstrak methanol yang terdapat pada
kencur dapat menjadi imunitas alami bayi. Karena ekstrak methanol dapat
menghalangi pertumbuhan virus dan bakteri dalam tubuh.
Minyak
atsiri didalam kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang
banyak digunakan didalam industri
kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Kandungan minyak atsiri
pada kencur berfungsi sebagai zat analgesic yang mampu meredakan rasa sakit dan
nyeri pada tubuh.
Kencur
tidak memiliki efek samping yang berbahaya, jadi tidak ada batasan umur agar
bisa engkonsumsi kencur tetapi juga tidak boleh terlalu berlebihan.
c.
Kunyit
Kandungan zat-zat kimia yang terdapat
dalam rimpang kunyit adalah sebagai berikut :
a. zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin.
b. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
d. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth (Sudarsono et.al, 1996).
a. zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin.
b. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
d. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth (Sudarsono et.al, 1996).
Manfaat tumbuhan
Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai
obat adalah rimpang; untuk, antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah,
obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulan,
mengobati keseleo, memar dan rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat
sebagai antihepatotoksik, enthelmintik, antiedemik, analgesic. Selain itu
kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Menurut
Supriadi, kurkumin juga berkhasiat mematikan kuman dan menghilangkan rasa
kembung karena dinding empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan cairan
pemecah lemak. Minyak atsiri pada kunyit dapat bermanfaat untuk mengurangi
gerakan usus yang kuat sehingga mampu mengobati diare. Selain itu, juga bisa
digunakan untuk meredakan batuk dan antikejang.
d.
Temulawak
Temulawak terdiri dari fraksi pati,
kurkuminoid dan minyak asiri (3-12 %). Fraksi Pati merupakan kandungan
terbesar, jumlah bervariasi antara 48-54% tergantung dari ketinggian tempat
tumbuh. Makin tinggi tempat tumbuh maka kadar patinya semakin rendah dan kadar
minyaknya semakin tinggi.
1.
Pati temulawak terdiri dari abu,
protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kurkuminoid, kalium, natrium,
kalsium, magnesium, besi, mangan dan kadnium (Sidik, 1985). pati rimpang
temulawak dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, yang digunakan untuk
bahan makanan atau campuran bahan makanan.
2. Fraksi kurkuminoid
mempunyai aroma khas, tidak toksik, terdiri dari kurkumin yang mempunyai
aktivitas antiradang dan desmetoksikurkumin.
3. Minyak asiri berupa cairan berwarna kuning atau
kuning jingga, berbau aromatik tajam. Komposisinya tergantung pada umur
rimpang, tempat tumbuh, teknik isolasi, teknik analisis, perbedaan klon
varietas dan sebagainya. Oei Ban Liang (1985) dengan metode kromatografi gas
mendeteksi 31 komponen yang terkandung dalam temulawak. Beberapa diantaranya
merupakan komponen minyak khas asiri temulawak, yaitu isofuranogermakren,
trisiklin, allo-aromadendren, germaken dan xanthorrhizol. Selain itu, terdapat
komponen lain yang bersifat insect repellent yaitu ar-turmeron.
2.
Asam Jawa yang di haluskan
Asam
jawa (Tamarindus indica, Linn) merupakan sebuah kultivar daerah tropis
dan termasuk tumbuhan berbuah polong..
Kandungan
senyawa kimia buah polong asam jawa antara lain asam appel, asam sitrat, asam
anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam
jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal
per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram,
hidratarang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor
113 miligram per 100 gram, zatbesi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI
per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per
100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung
albuminoid serta pati.
3.
Jamu Temu Hitam
Rimpang temu hitam mengandung minyak asiri, tanin,
kurkumol, kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumalakton,
germakron, a, ß, g-elemene, linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin,
bisdemethyoxykurkumin.
Rimpang berguna untuk mengobati gangguan kulit seperti
kudis, koreng, borok, ruam, mengatasi gangguan pencernaan seperti mulas, sakit
perut, membangkitkan nafsu makan (stomakik), sariawan, batuk berdahak, sebagai obat
cacing (antelmintik), pendarahan saat haid/nifas, reumatik, luka menahun,
peluruh angin (karminatif), memperlancar peredaran darah, serta pengobatan
karena kandungan minyak esensialnya yang cukup tinggi. Sedangkan
rebusan rimpangnya membantu mengurangi sesak nafas.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi, pada dasarnya dukun beranak atau juga disebut paraji tidak
mempunyai dasar atau ilmu yang didasarinya.
Tetapi hanya naluri yang timbul dari seorang
paraji yang ingin membantu sesama dalam bidang hal persalinan atau melahirkan
secara tradisional. Hal ini disebabkan pada saat itu belum ada tenaga medis
yang cukup memadai di setiap desa. Namun pada saat ini paraji tidak lagi
menangani orang yang melahirkan, dikarenakan sekarang sudah banyak tenaga medis
yang khusus menangani dalam bidang persalinan atau melahirkan yang tersebar
hampir di setiap desa.
Adapun bahan yang
digunakan pada saat setelah proses persalinan itu masih sangat tradisional, hal
itu pula dimaksudkan hanya sekedar untuk mengobati rasa sakit seperti beras
kencur, asam jawa, kunyit, temu hitam, temu lawak.
Beras kencur yang
terbuat dari campuran bahan seperti kunyit, kencur, beras dan temu lawak
bermanfaat untuk membersihkan, asam jawa bermanfaat sebagai pengganti sabun
untuk mandi bayi, kunyit bermanfaat untuk menghalangi pembekuan darah pada saat
proses persalinan, temu hitam bermanfaat pembersih darah setelah proses persalinan,
dan temu lawak bermanfaat untuk melancarkan ASI,
DAFTAR PUSTAKA
Hady,
2011. http://hadyherbs.wordpress.com/category/kimia-bahan-alam/page/7/ (diakses pada tanggal 20 Februari 2014 pukul 08.03 WIB)
Hamzah, 2013. http://tokoberashamzah.blogdetik.com
(diakses pada tanggal 19 Februari 2014 pukul 14.36)
Lansida,
2012. http://lansida.blogspot.com//apakah-minyak-atsiri-itu.html (di akses pada
tanggal 01 Maret 2014 pukul 07.41 WIB)
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta :
Universitas Indonesia (UI-Press).
J. Fessenden,
Ralp dan S. Fessenden. 1982. Kimia Organik Edisi ke 3 jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
UNY,
Staf . -. Pendalaman materi kimia organik pdf (di akses pada tanggal 04 Maret
2015 pukul 11.00 WIB)
Winarto, Dwi. 2013.
http://www.ilmukimia.org//biokimia.html (diakses pada tanggal 04 Maret 2014
pukul 12.01 WIB)
-,
2014. http://www.senyawaorganik.com//penggolongan-senyawa-organik.html (diakses pada tanggal 04 Maret 2014 pukul 11.54 WIB)